//
you're reading...
Uncategorized

Bupati Purwakarta dan Mall STS

Purwakarta, SENTANA

Mimpi kita untuk mendapatkan pemimpin yang mampu menyelesaikan kesulitan, jujur, adil, arif bijaksana inovatif, seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat di daerah ternyata tidak dimiliki oleh Dedy Mulyadi, Bupati Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, disaat dia memegang kebijakan, utang tunggakan PT Wahana Cipta Sejahtera / Mall Sadang Terminal Square (STS), nilainya kian terus membengkak tak dibayar bayar selama 3 tahun hingga mencapai angka hampir Rp 2 milyar.

Ketidakmampuan Dedi Mulyadi juga terlihat dari kian besarnya utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Purwakarta satu-satunya aset milik Pemerintah. Jika utang bisa dibayar paling telat akhir bulan ini, bank akan menghapustagihkan kewajiban bunga. Jika tidak, maka bunga harus dibayarkan oleh Pemerintah yang angkanya, pokok Rp 2,5 miliar ditambah bunga Rp 5,2 miliar, dengan total mencapai Rp 7,7 milyar.

Melihat membengkaknya utang daerah dan karena ketidakmampuan mengeluarkan kebijakan “menagih” tunggakan Mall STS. Berbagai kalangan masyarakat mengusulkan agar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebaiknya mengundurkan diri saja. “Mengundurkan diri” karena merasa tidak lagi mampu meneruskan kepemimpinan bukanlah pilihan yang salah, akan tetapi merupakan pilihan yang “tepat”. Karena jika pemimpin itu memaksakan diri untuk terus memimpin berarti dia telah mendzolimi dirinya sendiri.

“Kita harus belajar dari negara Jepang. Di negeri matahari terbit ini, tradisi mengundurkan diri atau pemimpin yang meminta maaf karena kesalahan yang telah dilakukan, sudah sangat kental. Jiwa kesatria untuk mengakui kesalahan dan ketidakmampuan tertanam dalam diri para pemimpin mereka. Disana sudah sering saya melihat pemimpin, baik instansi pemerintah maupun swasta, meminta maaf kepada rakyatnya atas kesalahan yang telah dilakukan oleh dia maupun bawahannya. Bahkan tidak jarang saya melihat pemimpin yang mengundurkan diri karena dia merasa sudah tidak sanggup lagi memimpin, “tegas MN tokoh masyarakat kepada SENTANA, Senin (15/12).

Ketika permasalah tunggakan Mall STS dipertanyakan kepada Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi usai sidang Paripurna DPRD tentang pembahasan RAPBD, Senin (15/12). Bupati Dedy Mulyadi mengatakan, “Saya sudah memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari). Pihak kejaksaan yang akan menagih, “tegas Dedi Mulyadi kepada SENTANA, yang mana Dedi Mulyadi sebelumnya mengatakan, “Sudah berkali kali diberikan teguran agar mereka menyelesaikan tunggakan upah bagi hasil tempat usaha gedung perbelanjaan mall STS, tetapi mereka susah. Mau tidak mau, saya menempuh lewat jalur lembaga pradilan,”kata Dedi.

Hasil keterangan SENTANA, “Senjaya, bos PT WCS/ mall STS (Sadang Terminal Square) belum membayarkan semua tunggakan bagi hasil kios sejak tahun 2006 hingga sekarang. Paling tidaknya dibenarkan oleh Kadis Disperindag Kab Purwakarta Wahyu. Menurut Wahyu, “sesuai dengan hasil audit lembaga negara, piutang pemilik mall STS sangat banyak. Selama mall STS berdiri, mereka hanya membayar sekali saja yaitu sebesar Rp 200 juta. Hutang mereka sudah ada sejak tahun 2006 hingga 2008. Untuk tunggakan dari tahun 2007 saja mencapai Rp 969 juta, belum lagi ditambah tunggakan tahun 2008 yang nilainya ada di tangan Dispenda, “tegas Wahyu.

Sedangkan soal utang PDAM Kab Purwakarta yang mencapai Rp 7,7 miliar dibenarkan oleh Direktur Utama PDAM Purwakarta Idi Suryadi. Menurut Idi Suryadi, “utang yang belum dibayarkan sudah berlangsung sangat lama sejak tahun 1985 belum dibayarkan. Saat pembangunan kantor PDAM, kita melakukan pinjaman kepada International Bank Regional Development dengan pokok mencapai Rp 2,5 milyar, kalau bunganya sekira Rp 5,2 milyar. Besarnya bunga yang dibebankan adalah 9 persen. Niat kita untuk membayar pasti ada, tetapi keuangan dikas belum ada saya harus ngomong apa, tunggu saja kebijakan pemerintah dulu, “tegas Idi Suryadi kepada SENTANA, diruang kerjanya. (SON)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: