//
you're reading...
Uncategorized

Kasus Mall STS Diproses Polisi dan Kejaksaan,

Purwakarta, SENTANA

JS Senjaya, bos PT STS mall ( Sadang Terminal Square ) benar benar pusing tujuh keliling. Masalah menghantui datang silih berganti menimpa perkulakan itu. Ibarat “mati satu, tumbuh seribu”. Kenapa tidak. Kali ini tiga kasus sekaligus menghadang didepan, yang pertama adalah gugatan resmi Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi, pengaduan warga setempat ke Polres Purwakarta dan tuntutan FPI meminta memboikot produk Amerika di mall STS tersebut. Bahkan, FPI juga sudah mencoret dinding, lantai dan Logo KFC mall pada hari Senin, (5/1) siang sebagai bukti keseriusan.

Keterangan SENTANA, “masalah yang terjadi di mall STS susah dicari solusinya untuk bisa kondusif dan dituding akan terus berlanjut. Pihak pemilik mall JS Senjaya sangat jarang melihat usahanya. Bisa sekali setahun. Kecuali pemiliknya menganti Dirut-nya Junaedi. Bahkan sang Dirutnya, Junaedi yang disebut sebut tak sanggup mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah mengusur pedagang secara sepihak diduga telah melarikan diri alias tak pernah lagi menampakkan batang hidungnya di Purwakarta.

Dimana masalah yang menghantui usaha perkulakan milik JS Senjaya, diantaranya, adanya gugatan hukum resmi yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi lewat jalur lembaga pradilan yang sekarang sedang ditangani oleh Kasi Datun Kejaksaan Negeri Purwakarta. “Dimana, pihak pengelola STS tidak profesional yang tak mau bayar utang bagi hasil kios sejak perkulakan mall tersebut berdiri yang sudah mencapai sekitar hampir Rp 2 miliar, “ujar Bupati Dedi Mulyadi.

Selain ditangani pihak Kejaksaan. Petugas Kepolisian Polres Purwakarta melalui unit III juga telah melakukan penyidikan terkait pengusuran sepihak. Pengaduan resmi yang dilakukan warga yang mengatasnamakan pedagang resmi melaporkan pihak mall STS/ Koperasi. “Karena sesuai dengan aturan berlaku yang dikeluarkan Pemerintah, yang berhak mengusur pedagang korban eks terminal Sadang adalah pihak Pemda, bukan petugas Koperasi Mall STS.

Dulu pedagang bisa menempati kios tersebut atas kesepakatan yang tertuang dalam surat perjanjian “Nota Kesepakatan” bermeterai antara pedagang dan pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta. Terlebih bangunan Mall STS dibangun masih baru sekitar tiga tahun yang lalu. Sedangkan pihak warga pedagang sudah ada sejak puluhan tahun.Warga berdagang dan mendirikan rumah diatas tanah Pemerintah itu semasa ada Terminal Sadang. Terminal Sadang yang dulu terkenal sudah diganti dengan keberadaan Mall STS, “ujar para pedagang.

Belum tuntas proses hukum dengan pihak Kejaksaan Negeri dan Polres Purwakarta diselesaikan oleh JS Senjaya. Pada hari Senin (5/1) pagi, kali ini giliran puluhan warga Kabupaten Purwakarta, yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) Purwakarta, melakukan aksi coret di dinding, lantai dan logo rumah makan cepat saji (KFC) di pusat perbelanjaan Sadang Terminal Square (STS). Akibatnya, pengunjung rumah makan itu keluar berhamburan dari rumah makan mall STS.


Mall Sadang Terminal Square (STS) tempat yang sangat strategis menyerukan pemboikitan produk amerika. Aksi pencoretan itu dilakukan sebagai langkah awal untuk menyerukan pemboikotan terhadap berbagai macam produk Amerika Serikat karena Amerika merupakan salah satu bagian dibalik agresi tentara Israel terhadap rakyat Palestina yang mengorbankan banyak nyawa manusia termasuk anak-anak. Selain aksi pencoretan, para pengunjukrasa rasa juga berorasi secara bergantian, membentangkan spanduk, poster di halaman pusat perbelanjaan Purwakarta. Mereka mendesak memboikot produk yang amerika yang ada di mall STS. (SON)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: