//
KPR-BANK BTN Purwakarta
Memberatkan Angsuran KPR-BANK BTN
Dua Kali Lipat Dari Harga Kontan

Purwakarta, SENTANA
Perekonomian rakyat semakin lama semakin tertindas,
tak hanya dalam sektor perdagangan yang naik melejit,
dalam sektor perbankan juga ikut ikutan semakin
mengurita. Salah satunya di Bank Tabungan Negara (BTN)
Cabang Purwakarta untuk bagian Kredit Kepemilikan
Rumah (KPR) Perum Griya Ciwangi. Pasalnya, pembeli
kredit perumahan disana diharuskan membayar angsuran
setiap bulannya ke Bank BTN dengan kalkulasi harganya
lebih dua kali lipat dari harga kontan rumah, ditambah
denda berjalan dan bunga berjalan.

Mencuatnya nilai angsuran perumahan Perum Griya
Ciwangi yang dikeluarkan Bank BTN berawal dari protes
sejumlah penghuni/ pembeli kredit Perumahan Umum
(Perum) Griya Ciwangi, Desa Ciwangi, Kecamatan
Bungursari soal ketidakperdulian pihak BTN Cabang
Purwakarta maupun Developer PT Dian Anyar terhadap
sarana jalan aspal yang rusak parah dan sarana air
bersih yang tak kunjung dibangun dan sebagainya,
disampaikan mereka kepada SENTANA, Rabu, (10/9) siang.

Warga menilai angsuran sudah memberatkan harus bayar
dua kali lipat, ternyata tidak didukung pembangunan
fasilitas perumahan seperti yang dijanjikan. Total
angsuran perumahan Griya Ciwangi yang harus saya
bayarkan nilainya sangat tinggi, jika dikalkulasikan
sampai lunas mungkin lebih dari Rp 70 juta. Padahal,
kalau saja saya waktu itu jual kebun orangtua, harga
rumah yang ditawarkan mereka dengan kontan hanya
sebenar Rp 35 juta. Artinya saya menambah atau harus
rugi sebesar Rp 35 juta lagi diluar dari kewajiban
bunga, bunga berjalan, deda berjalan, kewajiban pokok
dan sebagainya, “Salah satunya inisial Man, Rabu,
(10/9) kemarin siang. 

Menurutnya, “ bisa dikatakan saya menyesal mengambil
perumahan Griya Ciwangi dan terpaksa rumah itu over
kredit kepada orang lain. Selain harganya yang
membumbung tinggi, pihak bank dan Developer tidak
pernah memperhatikan jalan raya dan membiarkan
aspalnya berlubang lubang. Bahkan yang di sesalkan,
apa yang dikatakan oleh pihak Developer soal sumber
air telah disedot pakai jet pam, nyatanya omong
kosong. Sampai sekarang tak satupun rumah disini yang
mengalir air bersih dari hasil pekerjaan developer
dari ribuan rumah yang ada, “tegasnya. 

Penghuni rumah lainnya juga mengatakan hal yang sama,
“seharusnya pihak bank BTN jangan terlalu menekan
bunga berjalan dan denda berjalan, sementara rumah
yang dikreditkan belum layak huni. Kalau rumah belum
layak huni sementara pembayaran harus tepat pada
waktunya itu bisa dikategorikan pemerasan. Seharusnya
pihak bank melihat dulu, apakah rumah itu sudah bisa
ditempatin?. Kalau bisa ditempatin, tidak masalah soal
pembayaran mungkin akan saya paksakan cari dari mana
saja. Ini untuk membuat rumah bisa ditempatin harus
mengeluarkan uang lebih dari Rp 10 juta, yaitu harus
membuat sumur bor, pagar rumah, teras rumah dan
sebagainya, “katanya.

Bahkan tak sedikit dari warga masyarakat berharap
kepada pihak bank BTN untuk mengurangi angsuran KPR
setiap bulanan dan jangka waktu KPR. Selama ini saya
harus membayar setiap bulan Rp 500 ribu dan jika saya
terlambat itu harganya naik lagi. Jangka waktunya
untuk pelunasan mencapai 10 – 15 tahun. Ini sangat
memberatkan kami, masalahnya rumah di Prum Griya
Ciwangi masih belum layak huni. Masalahnya air
bersihnya tidak ada, jalannya rusak, bangunanya juga
asal asalan. Sekarang saja banyak rumah yang retak
retak, tegas warga yang tak mau namanya disebut.
Sementara Kepala Cabang Bank BTN hendak dimintai
keterangannya belum ada ditempat. Bapak sedang keluar,
“ujar salah seorang pegawai bank BTN. SON

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: