//
Kamar Cafe Mall STS Dituding Disalah Fungsikan
Kamar Cafe Mall STS Dituding Disalah Fungsikan
Purwakarta, SENTANA
Desakan supaya JS Senjaya direktur PT STS (Sadang Terminal Square) berbesar hati rela melepaskan kontak mall STS, di Sadang, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) terus mencuat, Selasa (2/12). Selain warga, DPRD yang sedang mengkaji ulang bagaimana caranya agar bisa memutuskan kontak tanpa menimbulkan masalah, juga berharap.
Pasalnya, permasalahan ditempat perkulakan terbesar di Purwakarta ini dinilai semakin rumit saja. Yang terbaru adalah kasus indikasi kamar cafe mall disalahgunakan oleh pengusaha dalam jadi tempat prostitusi buat pengunjung. Ditambah, JS Senjaya dinilai tidak propesional dalam mengelola. Kenyataannya sejak berdiri belum mendatangkan untung untuk Pemerintah Daerah (Pemda), yang ada tunggakan bagi hasil atas kios sekitar Rp1,4 miliar lebih seperti yang dilangsir SENTANA kemarin.
Ironisnya. JS Senjaya Direktur PT STS, sampai berita ini dimuat belum ada tanda tanda memperhatikan nasib korban eks Terminal Sadang. Menurut security mall, pengusuran sepihak mereka para pedagang atas perintah langsung Senjaya. Terlebih barang dagangan pemilik kios yang masih diamankan anak buahnya di arel pos mall tersebut. Senjaya sendiri tidak berhasil ditemui, kata petugas security, “Senjaya jarang ke Purwakarta bisa sekali setahun, “ujarnya.
Hasil pantuan SENTANA di Cafe mall STS, “apa yang ditudingkan warga kalau ada kamar cafe salahfungsikan jadi tempat prostitusi, tabirnya sudah mulai terkuak. Menurut waitres cafe, “kalau ada tamu dari luar mengandeng pasangan bisa memesan kamar yang diatas. Ada empat kamar, tiga kamar bisa dipakai untuk minum dan kalau mereka pingin HO disana juga bisa tinggal menutup pintunya dari dalam, aman, “ujar waitres yang tidak mau namanya disebut.
Lebih lanjut dia mengatakan, “kamar itu bisa dipakai siang dan malam hari. Yang harus dibayarkan ke kasir adalah sewa kamar dan minuman. Kalau soal pasangan itu mereka sendiri yang bawa dari luar bukan dari sini. Soal keamanan pasti terjamin, karena tidak sembarangan orang bisa naik ke atas, untuk masuk harus melewati barisan kursi dan pelayan, “ceritanya.
Saking penasaran, SENTANA menaiki tangga tersebut. Ternyata benar diatas sangat gelap gulita dari penerangan lampu. Didalam ruangan yang berukuran sekira 2×3 meter tersebut memang tidak nampak springbat yang terlihat adalah kursi busa panjang dan meja ditengah. Namun kursi panjang itu yang panjangnya sekira 2 meter, bisa digunakan tidur pasangan untuk HO dan minum wisky, bir dan minuman lainnya.
Sekedar mengingatkan, Ketua DPRD Kabupaten dr. H. Sigit Soeroso sudah menyampaikan permasalah mall STS ini ke Komisi II DPRD untuk segera ditindaklanjuti untuk diambil tindakan tegas. Bahkan oleh Ketua Komisi II DPRD Purwakarta Richard Sompi. Menurutnya sudah lebih baik kontrak PT WCS diputuskan saja kalau memang pengusaha sudah tidak mampu mengelola maupun memenuhi kewajibannya. Solusinya sangat banyak, bisa diambil alih oleh Pemerintah dan juga bisa tekoper (dipindahkan) ke investor lain. Kalau diambil alih pemerintah, saya melihat kalau mall STS sangat cocok dijadikan pasar daerah (pasar tradisional) mengingat daerah Kecamatan Bungursari belum ada pasar tradisionalnya, ”ujar Sompi. (SON)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: