//
Manajer PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Purwakarta
PLN Giat Lakukan Pemutusan Listrik Pelanggan
Untuk Mendongkrak Nilai Pajak PJU
Purwakarta, SENTANA
Manajer PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Purwakarta, Indra Sofnil membenarkan pihaknya sekarang ini sedang giat giatnya melakukan pemutusan hubungan listrik pelanggan yang menunggak jalan dua bulan (tanggal 21 terakhir -red) tanpa terlebih dahulu mengeluarkan surat peringatan teguran. Pasalnya, itu dilakukan untuk mendongkrak hasil pendapatan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) yang disetorkan ke kas daerah Purwakarta, dimana nilainya masih tetap rendah sejak beberapa tahun terakhir ini. Disamping mengantisipasi tunggakan pelanggan yang sudah mencapai angka sekitar Rp 6 milyar lebih.
“PLN secara intensif melakukan pemutusan hubungan listrik pelanggan. Kita terpaksa melakukan pemutusan bila pelanggan itu telat membayar, meskipun telat bayarnya baru satu bulan saja. Kalau tidak kita lakukan seperti itu, bagaimana saya bisa mendongkrak pajak PJU. Nilai pajak PJU sekarang sudah menurun setelah sejumlah pabrik mendirikan pembangkil listriknya sendiri (power plan-red), yang salah satunya pabrik besar, PT Indorama Tbk, “tegas Indra Sofnil, Manajer PLN APJ Purwakarta kepada SENTANA diruang kerjanya, Kamis, (16/10) siang.
Indra Sofnil menambahkan, “ sejak sejumlah perusahaan mendirikan power plan-nya, angka nilai pajak PJU untuk wilayah Purwakarta, Subang dan Karawang dikalkulasikan dalam hitungan satu bulan masih bertahan diangka sebelumnya atau naik turun sedikit yakni di Purwakarta sebesar Rp 1,1 milyar/ bulan, Subang sebeasar Rp 800 juta/ bulan dan Karawang sebesar Rp 200 juta/ bulan. Maka total pajak PJU keseluruhan masih bertahan diangka Rp 2,1 milyar, “katanya.
“Solusi menaikkan pajak PJU diantaranya adalah melalui Peraturan Daerah (Perda), menarik investor sebanyak banyaknya dan juga kesadaran masyarakat dalam membayar listrik sehingga penunggak berkurang. Artinya, sesuai dengan Perda di Purwakarta, Karawang dan Subang nilai pajak PJU adalah sebesar 3 persen. Jika nilai perda ini dinaikkan, maka nilai pajak PJU juga ikut naik. Rumusnya : PJU – Perda – 3 persen PJU = Rp PTL, sehingga 70 milyar x 3 persen = Sebesar Rp 2,1 milyar, “imbuh Indra Sofnil.
“Maka dengan aturan yang ada, PLN akan terus giat giatnya melakukan pemutusan hubungan listrik dari konsumen/ masyarakat. Petugas kita dilapangan akan memantau, jika sudah menunggak maka harus diputus. Sekarang untuk memutus listrik dari rumah warga tidak usah lagi harus memberikan peringatan pertama dan kedua, tetapi sudah langsung diputus dari jariangan meteran kalau sampai tanggal 21 terlewatkan. Jika tidak diputus masyarakat biasanya lambat membayar akibat paktor ekonomi yang menghimpit, “tegasnya.
PELANGGAN PLN PROTES
Kebijakan yang ketat pihak APJ PLN Purwakarta sempat diprotes warga, R Hermanto warga Perum Griya Ciwangi, Bungursari. Dia berharap kepada pihak PLN agar mengkaji ulang istilah “Langsung Putus”. “Seharusnya sebelum melakukan pemutusan listrik dari rumah warga, alangkah baiknya mengeluarkan surat teguran terlebih dulu dengan batas waktu yang ditentukan pihak PLN. Artinya jika sudah melewati surat teguran batas tanggal yang ditentukan, maka PLN berhak memutuskan meteran listrik. Kalau sistem seperti ini dilakukan, warga yang ekonominya menegah kebawah bisa terbantuh, “tegas Hermanto.
Bila perlu. Pihak DPRD harus mengeluarkan Perda soal ketentuan pemutusan listrik dari rumah penduduk. Intinya, pemberlakuan itu diharapkannya tidak sampai memberatkan masyarakat kecil, khusus untuk sosial dan rumah tangga yang memiliki daya listrik 450 Wwatt, harus digratiskan. ”Kalau daya listriknya besar, pajak PJU yang dikenakan juga besar. Jadi, yang menjadi patokan kita adalah daya listrik yang digunakan,” tutur dia. (SON)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: