//
Puluhan Mesin Pelatihan di BLK Disnaker

Puluhan Mesin Pelatihan di BLK Disnaker

Diduga Lenyap

Purwakarta, SENTANA
Puluhan barang mesin jahit bermacam ukuran dan merk dari sebanyak 115 unit yang dipinjamkan oleh PT Eins Trend Purwakarta ditambah sebanyak 30 unit milik Disnaker Purwakarta yang disimpan ditempat Kantor Badan Pelatihan Kerja (BLK) Disnaker, diduga lenyap atau hilang secara misterius. Hilangnya barang yang biasa digunanakan untuk pelatihan calon tenaga kerja (CTK) tersebut terbongkar, berawal dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purwakarta Soekoyo yang memerintahkan anak buahnya Elisabet, bagian Instruktur Pelatihan untuk menghitung ulang jumlah barang mesin itu pada hari Selasa, (4/9) siang.
Ironisnya, barang sudah hilang ada kejanggalan. Mesin sudah berkurang banyak tetapi Kepala Badan Latihan Kerja (BLK) Disnaker Purwakarta, Surachman selaku penanggungjawab tidak berniat melaporkan kasus ini kepada kepolisian untuk diusut. Penghitungan jumlah mesin jahit yang dilakukan oleh pegawai Disnaker, Elisabet kurang dari 145 unit mesin jahit dan hasil penghitungan SENTANA hanya sekira 129 unit sudah dil dan tidak ada lagi klarifikasi.
Kepala Badan Pelatihan Kerja (BLK) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Purwakarta, Surachman ketika ditemui SENTANA diruang kerjanya, Selasa (4/9) terlihat sangat kaget mengetahui jumlah mesin pelatihan jenis mesin jahit banyak berkurang dari jumlah data 145 unit yang dia laporkan. Saking kagetnya, dia mengajak SENTANA melihat langsung ke ruangan BLK didampingi Elisabet. Lagi lagi mesin jahit pelatihan masih tetap berkurang seperti semula.
Bahkan, SENTANA menawarkan apakah jumlah mesin pelatihan ini masih ada klarifikasi lagi agar tulisan tidak berbeda dengan ucapan bapak?. Surachman menjawab tidak ada lagi, “katanya. Disimpulkanlah bahwa puluhan mesin jahit hilang dan tidak bisa dilkarifikasi sesuai dengan data sebanyak 145 unit. Surachman hanya berjanji akan melakukan pengecekan ulang atas jumlah keseluruhan mesin jahit baik itu yang dipinjamkan maupun barang milik Disnaker.
Elisabet pegawai Disnaker melakukan penghitungan didampingi SENTANA dari ruangan pelatihan pertama dan kedua. Dari hasil penghitungan dapat disimpulkan bahwa untuk ruangan pertama jumlah mesin jahit sebanyak 83 unit sebagian mesinnya rusak. Untuk ruangan kedua, mesin berjumlah sebanyak 48 unit yang terlihat berantakan tanpa ditata lebih banyak mesinnya yang rusak ada yang rusak parah.
Menanggapi hal tersebut, Manager HRD PT Eins Trend Adil S mengatakan, “saya belum menerima laporan kalau barang mesin jahit yang kami pinjamkan ke Disnaker banyak yang rusak dan hilang. Namanya barang milik PT Eins Trend pasti akan diambil lagi, namun waktunya belum diputuskan. Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Soekoyo terlihat tidak habis pikir kenapa barang bisa hilang tanpa sepengetahuannya. “nanti akan saya tanyakan BLK-nya, “tegas Soekoyo. (SON)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: