//
Ratusan Toko Buku Dadakan Menjamur di Purwakarta
Buntut Larangan Jual Buku di Sekolah
Ratusan Toko Buku Dadakan Diduga Ilegal

Purwakarta, SENTANA
Setelah disosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional (Permendiknas) No 2 Tahun 2008 tentang
larangan menjual buku pelajaran di sekolah kepada anak
didik/orangtua murid. Para Kepala Sekolah tingkat SD
dan SMP di 17 Kecamatan, Purwakarta tidak mau ambil
pusing lagi, memutuskan bahwa Koperasi Sekolah tidak
lagi melayani penjualan yang berbentuk buku pelajaran
apapun. Ketakutan pengajar sungguh sangat berasalan,
selain terancam pemecatan juga jadi ajang objekan
pihak luar.  

Maka untuk mengkaper semua kebutuhan anak didik akan
pengadaan sarana buku Lembar Kerja Siswa (LKS),
bermunculanlah sekira ratusan toko toko buku pelajaran
dadakan yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah
yang dinilai masih ilegal tanpa mengantongi izin
usaha, selain tempat bukunya asal asalan. Para
pengusaha membuka toko buku dadakan tidak terlepas
dari ikatan kerjasama (MoU) dengan pihak sekolah dan
percetakan yang mensuplai buku pelajaran dan pemberian
uang persentase atas penjualan buku.

Hasil pantuan SENTANA kemarin (7/9), salah satunya ada
di wilayah Kecamatan Cempaka, Purwakarta. Disana
ditemukan sebuah rumah warga milik inisial Sulis dekat
sekolah menegah pertama yang disinyalir dijadikan toko
buku pelajaran dadakan. Ribuan jenis buku pelajaran
bermacam judul kiriman beberapa percetakan terlihat
numpuk diteras rumahnya untuk dijual kepada ribuan
anak didik. Rumah Sulis dimanfaatkan jadi toko buku
dadakan menyusul adanya larangan koperasi sekolah jual
buku.  

Sepintas rumah itu tak tampak seperti tempat penjualan
buku, para pejalan kaki yang melintas didepan rumah
Sulis tidak akan tahu kalau rumah itu tempat
penampungan banyak buku. SENTANA sempat terkecoh kalau
melihat rumah Sulis yang tidak ada bedanya dengan
jejeran rumah lainnya. Menurut Ani, salah seorang
siswi MTs, “yang tahu kalau rumah itu dijadikan toko
buku hanya orang tertentu, pemiliknya hanya menjual
bukunya kepada satu sekolah saja, “ujarnya.

Pemilik toko buku pelajaran Campaka, Sulis kepada
SENTANA membenarkan, “buku yang numpuk dirumahnya
dijual hanya kepada satu sekolah tertentu yang
dihunjuk. Itu setelah menjalin kerjasama dengan pihak
sekolah dan pihak percetakan. Kalau tidak ada
kerjasama dengan pihak sekolah dan percetakan saya
tidak akan berani membuka toko buku dirumah. Ini
lumayan ada pemasukan tambahan dari pihak percetakan
dan juga dari harga buku, “ujar Sulis dirumahnya.

Hal yang sama juga terjadi di daerah Kecamatan Podok
Salam, Kecamatan Babakan Cikao, Cibatu, dan Wanayasa,
Purwakarta. Selain toko buku dadakan miliki warga, tak
sediki pula para Kepala Sekolah guru guru tingkat SD
dan SMP membuka toko buku dadakan sebagai kerja
sampingan dirumahnya. Pemandangan seperti ini pasti
sering ditemui dilingkungan sekolah. Usaha toko buku
dadakan paling ngampang dilakukan asal ada komitmen
dengan pihak sekolah dan percetakan. Usaha dagang buku
yang diguliti mendatangkan keuntungan dari harga
buku/eksplar dikali semua siswa ditambah upah dari
percetakan yang berkisar antara 15 persen hingga 20
persen.  

Menurut Asep, seorang guru SMP mengatakan, “membuka
toko usaha buku pelajaran  sangat menguntungkan tanpa
ada modal. Buku dari percetakan sifatnya “laku
dulu” dijual ke sekolah “baru bayar”, sementara
untuk menjual buku juga tidak harus menawarkan barang
buku ke anak didik dan tidak usaha membuat toko
layaknya seperti toko-toko dipinggir perkulakan. Pihak
sekolah akan mengarahkan, menyuruh sendiri para anak
didiknya agar membeli buku ke tempat yang dihunjuk.
Tempat yang sudah disepakati antara sekolah,
percetakan dan toko buku (Kerjasama), “katanya. SON

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: