//
Tanpa Campur Tangan KPK, Korupsi di Purwakarta Tetap Subur
Tanpa Campur Tangan KPK,
Pemberantasan Korupsi di Daerah Ibarat Buah Simalakama
Purwakarta, SENTANA
Sejak “gong” pemberantasan korupsi ditabuh, masih banyak koruptor yang melibatkan petinggi daerah di Kabupaten Purwakarta, Subang dan Karawang belum berhasil diseret ke pengadilan dan jumlahnya terus bertambah. Kecuali jika melibatkan campur tangan penegak hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, lambannya penanganan, bahkan saking minimnya kasus korupsi kecil yang tuntas dan terangkat ke permukaan menimbulkan kesan bahwa aparat penegak hukum di Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri (PN) maupun Kepolisian setempat adalah tidak bekerja.
Kesan itu secara akumulatif memunculkan citra negatif dan ketidakpercayaan publik terhadap institusi penegak hukum itu sendiri disamping sangat melukai hati rakyat karena tak memenuhi prinsip keadilan, jangan jangan kerjasama yang terjalin selama ini antara penegak hukum dan petinggi Pemda menjadi ibarat “buah simalakama”. Dimakan mati dan nggak dimakan juga mati, “ujar NS tokoh masyarakat Purwakarta kepada SENTANA, Rabu (26/11) siang.
Kenapa tidak. Terbukti dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang membeberkan kasus dugaan korupsi dana makan minum sebesar Rp 11,86 milyar dari APBD Kabupaten Purwakarta pada tahun 2006. Meski mencuat sejak pertengahan tahun 2007 hingga sekarang. Kasus tersebut lagi lagi masih dalam tahap penyidikan Kejaksaan. Kata pihak Kejaksaan Purwakarta telah menetapkan mantan pemegang kas Pemda Purwakarta dan pengelola Yulia Catering sebagai tersangka. Namun Pejabat Pemerintahnya yang disebut sebut sebagi aktor belum pernah diseret kepengadilan, “tambahnya.
Keterangan yang dihimpun SENTANA, “sekedar mengingatkan. Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP) pernah melaporkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ke Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Bupati Dedi Mulyadi diduga terlibat. Fakta persidangan itu semakin kuat dengan adanya bukti berupa surat Entin Kartini mantan pemegang kas dan laporan hasil pemeriksaan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Purwakarta, jelas Ketua GMMP Hikmat Ibnu Ariel kepada sejumlah wartawan. Namun, Kenapa Bupati Dedi tidak bisa diseret ke pengadilan?.Kabarnya miring berembus isu kalau surat izin dari Presiden sudah turun. Mudah mudahan keadilan bisa ditegakkan.
Ditempat terpidah. Selain kasus makan minum, beberapa pekan terakhir mencuat kasus terbaru yakni kasus dugaan pengelembungan dana pembelian tanah seluar 67 hektar di Desa Parung Banteng, Kabupaten Purwakarta. Kerugian negara diperkirakan mencapai sebesar Rp 2,6 miliar. Dua pejabat PT Pertamina Regional Jawa sudah ditahan dan mudah mudahan diproses dipengadilan. Atas kesepakatan Pertamina dan Perhutani, tanah tersebut akan dipakai Pertamina, dan sebagai gantinya pihak Pertamina menggantikan tanah untuk Perhutani seluas 67 ha di Purwakarta.
Hal tersebut diketahui oleh Nendi. Pertamina membeli tanah dari masyarakat di Parung Banteng, Purwakarta seluas 56 ha. Pengadaan tanah yang berlangsung pada 2001 hingga 2002 itu harga dari masyarakat Rp2.000 per meter. Namun atas kerja sama ketiga tersangka, harganya digelembungkan menjadi Rp5.700 per meter, “ujar sumber.
Kabar dari Kabupaten Subang menyebutkan, “dugaan penyimpangan dana bantuan sapi impor dari Departemen Sosial pada tahun 2004 senilai Rp 2,4 miliar. Pihak Kejaksaan Subang sudah menetapkan Bupati terpilih Eep Hidayat sebagai tersangka. Bahkan Bupati terpilih Eep juga sudah dijadikan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan upah pungut pajak daerah dan pajak bumi dan bangunan pada Dispenda Subang sebesar Rp 1 miliar. Sementara itu di Kabupaten Karawang, “dugaan pembobolan dana nasabah bank dari BRI Cabang Cikampek, Kabupaten Karawang senilai Rp 2 miliar. Kejaksaan menetapkan dua staf BRI Unit mekarjaya sebagai tersangka. (SON)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: